Kepri Bidik Pertumbuhan Ekonomi Maritim Melalui Pengembangan Labuh Jangkar Tanjung Berakit

Para pimpinan dari Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Kepri Perseroda. (Ki-Ka): Tajudin Mansyur, S.IP,. M.Si ( Tenaga Ahli Bid. Komunikasi Antar Lembaga dan strategis PT Pelabuhan Kepri Perseroda); Capt. Awaluddin, M.Mar ( Direktur PT Pelabuhan Kepri Perseroda); Fikri Imanshah, S.Tr.Pel ( Supervisor Pelabuhan Kuala Riau) ; Dan Diddyk Triesna Murti, S.Tr , Deputi Adm, Ops, Dan Keuangan PT. Pelabuhan Kepri Perseroda.
Para pimpinan dari Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Kepri Perseroda. (Ki-Ka): Tajudin Mansyur, S.IP,. M.Si ( Tenaga Ahli Bid. Komunikasi Antar Lembaga dan strategis PT Pelabuhan Kepri Perseroda); Capt. Awaluddin, M.Mar ( Direktur PT Pelabuhan Kepri Perseroda); Fikri Imanshah, S.Tr.Pel ( Supervisor Pelabuhan Kuala Riau) ; Dan Diddyk Triesna Murti, S.Tr , Deputi Adm, Ops, Dan Keuangan PT. Pelabuhan Kepri Perseroda.

IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA – Sektor kemaritiman Kepulauan Riau kembali menunjukkan prospek cerah. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Kepri Perseroda tengah menjajaki kerja sama strategis dengan investor untuk mengoptimalkan pemanfaatan area Labuh Jangkar Tanjung Berakit, Kabupaten Bintan.

Direktur Operasional PT Pelabuhan Kepri Perseroda, Tajudin Mansyur, mengungkapkan bahwa pembahasan kerja sama tersebut berfokus pada pemanfaatan kawasan labuh jangkar untuk mendukung aktivitas ship-to-ship (STS) yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi daerah.

Menurut Tajudin, investor yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut dan nantinya berperan sebagai pengguna jasa atau konsumen dalam aktivitas kepelabuhanan yang dikelola oleh PT Pelabuhan Kepri Perseroda.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Perempuan Makin Berperan, Telkom Catat 31,7 Persen Karyawan Adalah Perempuan

“Rencana kegiatan ini akan direalisasikan dalam waktu dekat. Investor berharap adanya dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui BUMD dan Badan Usaha Pelabuhan agar operasional dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat ekonomi yang maksimal,” ujarnya saat ditemui KE Groups pada Sabtu (6/6/2026)

Pemanfaatan area labuh jangkar di Tanjung Berakit dinilai memiliki potensi besar karena berada di jalur pelayaran internasional yang strategis.

Aktivitas ship-to-ship sendiri merupakan kegiatan pemindahan muatan antar kapal di perairan yang telah ditetapkan dan selama ini menjadi salah satu sektor yang mampu menghasilkan pendapatan signifikan dari jasa kepelabuhanan.

BACA JUGA:  OJK dan Bareskrim Polri Sepakat Perkuat Penanganan Pengaduan Indonesia Anti-Scam Center

Tajudin menjelaskan bahwa kerja sama tersebut tidak berarti investor akan mengelola kawasan labuh jangkar. Pengelolaan tetap berada di bawah Badan Usaha Pelabuhan, sementara investor bertindak sebagai pengguna layanan yang memanfaatkan fasilitas dan layanan yang tersedia.

Dengan masuknya pengguna jasa baru, volume aktivitas maritim di kawasan tersebut diperkirakan akan meningkat.

Kondisi ini berpotensi memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah, mulai dari peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), penerimaan negara, hingga terbukanya peluang usaha bagi sektor pendukung lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *