Menurutnya, pembangunan infrastruktur pelabuhan dan kawasan industri tidak hanya akan meningkatkan daya saing daerah, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kepri di tengah tantangan ekonomi global.
Dalam rapat tersebut, Nyanyang menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, regulator maupun pelaku usaha, agar proses investasi dapat berjalan lebih cepat tanpa terhambat oleh birokrasi yang berbelit-belit.
“Yang kita harapkan di sini adalah kerja sama untuk memangkas birokrasi. Kalau birokrasi berjalan lancar, investasi juga akan berjalan lancar. Ketika investasi lancar, investor akan datang ke Provinsi Kepulauan Riau,” tegas Nyanyang.
Menurutnya, proyek pembangunan pelabuhan dan kawasan industri di Bintan Utara memiliki dampak ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat. Selain membuka peluang usaha baru, proyek tersebut juga diproyeksikan mampu menyerap ribuan tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan daerah melalui aktivitas industri, perdagangan, serta logistik.
Nyanyang menegaskan bahwa pemerintah daerah harus hadir sebagai fasilitator yang memberikan kemudahan bagi dunia usaha selama proses yang dijalankan tetap sesuai ketentuan dan tidak melanggar aturan hukum yang berlaku.
“Ini membantu pemerintah daerah, membantu pengusaha untuk berkarya, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan investasi dan pada akhirnya menambah pendapatan daerah. Karena itu, kita harus mencari solusi dan mempercepat proses yang diperlukan,” ujarnya. (Iman Suryanto)










