IDNNEWS.CO.ID, Batam β Ketua Forum Masyarakat Peduli Batam Maju (FMPBM), Osman Hasyim, mengingatkan seriusnya ancaman limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) elektronik terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Ia menegaskan, limbah elektronik bekas mengandung berbagai unsur logam berat dan bahan kimia beracun yang berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang jika tidak ditangani secara benar dan aman.
Menurut Osman, limbah B3 elektronik mengandung logam berat seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), kadmium (Cd), nikel (Ni), litium (Li), kromium (Cr), arsenik (As), tembaga (Cu), hingga kobalt (Co).
Selain itu, terdapat pula zat organik berbahaya seperti Polychlorinated Biphenyls (PCBs) dan brominated flame retardants (BFRs) yang dikenal sangat persisten di lingkungan.
βZat-zat berbahaya ini banyak ditemukan pada komponen elektronik seperti baterai, papan sirkuit (PCB), layar CRT, kabel, hingga tinta dan toner. Jika dikelola sembarangan, dampaknya bisa sangat merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia,β ujar Osman saat ditemui KE Group, Senin (22/12/2025) siang.
Ia memaparkan, paparan logam berat dapat menyebabkan gangguan saraf, kerusakan ginjal dan hati, gangguan reproduksi, hingga bersifat karsinogenik. Sementara PCBs dapat terakumulasi dalam jaringan lemak manusia, mengganggu sistem pencernaan, serta meningkatkan risiko kanker.









