Zulhas Geram CPO Indonesia Dijual Murah ke Singapura, Pemerintah Ingin Ubah Jalur Ekspor

Dalam sambutannya, Zulhas mengungkapkan kekecewaannya terhadap praktik perdagangan yang membuat komoditas Indonesia dibeli melalui jalur tertentu dengan harga relatif rendah, kemudian dipasarkan kembali ke negara tujuan dengan harga jauh lebih tinggi.

Ia mencontohkan perdagangan minyak kelapa sawit mentah atau CPO. Menurutnya, terdapat selisih harga yang cukup besar antara harga yang diterima Indonesia dan harga CPO dunia.

“Harga CPO dunia Rp27.000, kita jual ke tetangga Rp15.000. Berarti kita rugi pajak Rp13.000. Bertahun-tahun. Kita tidak mau lagi masa bodoh terus. Kita ingin ekspor langsung,” ungkap Zulhas.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  IPA Tak Mampu Mengolah Air, Pengamat: Manajemen Sumber Daya Air Batam Sangat Lemah

Menurutnya, pola perdagangan tersebut harus segera dievaluasi agar Indonesia tidak terus kehilangan potensi pendapatan dari komoditas unggulan nasional.

“Kita ingin negara maju, berdaulat. Saya kadang kesel juga. Produksi CPO terbesar, nikel, timah terbesar, tapi ekspornya lewat negara tetangga,” katanya.

Zulhas menegaskan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ingin membangun pola perdagangan yang lebih menguntungkan Indonesia. Salah satu langkah yang didorong adalah memperkuat akses perdagangan langsung ke negara tujuan ekspor.

Dengan demikian, Indonesia diharapkan memiliki kendali lebih besar terhadap rantai perdagangan komoditas, termasuk memperoleh manfaat ekonomi yang lebih optimal dari aktivitas ekspor.

BACA JUGA:  BP Batam Siapkan Solusi Permanen Krisis Air, 18 Wilayah Jadi Prioritas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *