Ia juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan fisik di wilayah Batamkota, di antaranya perbaikan akses jalan dari arah BNI menuju underpass, jalan kawasan perkantoran, Kejaksaan, Bank Indonesia, hingga Ocarina.
Selain itu, progres pembangunan di kawasan Cikitsu terus berjalan dan ditargetkan dalam satu hingga dua tahun ke depan dapat terhubung hingga SMA Negeri 3 Batam.
Di sektor nonfisik, Pemerintah Kota Batam tetap konsisten menjalankan 15 program prioritas. Program tersebut meliputi pendidikan melalui pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP, program kesejahteraan sosial berupa insentif Rp300 ribu per bulan bagi 4.000 lansia, serta penguatan ekonomi melalui pinjaman modal UMKM tanpa bunga hingga Rp20 juta bekerja sama dengan Bank BJB.
Pemko Batam juga menyalurkan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi di tujuh perguruan tinggi negeri ternama, mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang terdata dalam DTKS, serta mahasiswa asal wilayah hinterland.
Terkait persoalan mendasar, Amsakar memaparkan langkah konkret penanganan air bersih dan sampah. Untuk sektor air bersih, proses lelang proyek dijadwalkan dimulai pada akhir Januari hingga Februari 2026, dengan masa pengerjaan fisik selama empat bulan dan ditargetkan rampung pada Juli atau Agustus mendatang.
Sementara penanganan sampah, ia mengapresiasi kinerja 974 petugas kebersihan serta dukungan pelaku usaha dalam melakukan normalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melalui optimalisasi alat berat.










