Waduk Sei Jago Kritis, Wagub Kepri Nyanyang Desak Rehabilitasi Total

Selain rehabilitasi, ia juga mengarahkan sejumlah langkah teknis, di antaranya normalisasi tali air dari hulu hingga ke intake, serta mengusulkan pembangunan tampungan air baru di bawah waduk eksisting.

Usulan tersebut akan diajukan ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Waduk Sei Jago sendiri merupakan salah satu sumber air yang dikelola oleh Perumda Tirta Kepri dan melayani sekitar 3.000 sambungan pelanggan di wilayah Tanjung Uban.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Apel Perdana, Wakil Gubernur Nyanyang Tegaskan Komitmennya Atas Program Prioritas

Namun, akibat kondisi waduk yang kini mengalami kekeringan, layanan air bersih kepada masyarakat terpaksa terganggu.

Dona Astriana menjelaskan, dalam kondisi normal waduk ini mampu mengalirkan air hingga 40 liter per detik. Namun, minimnya curah hujan dalam waktu lama menyebabkan debit air menyusut drastis.

“Selain kekeringan, ditemukan juga kebocoran pada struktur bawah waduk. Ditambah lagi, kawasan sempadan waduk yang sebelumnya berupa hutan kini sebagian besar telah beralih fungsi menjadi kebun masyarakat,” ungkap Dona.

Kondisi tersebut memperparah kerusakan waduk dan mengurangi daya tampung air secara signifikan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kini mendorong langkah percepatan penanganan agar krisis air bersih di wilayah Tanjung Uban tidak semakin meluas.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *