Nelayan Pulau Kasu Sulit Melaut Akibat Minyak Langka, Iman Sutiawan Langsung Bergerak

Ketua DPD Partai Gerindra Kepulauan Riau sekaligus Ketua DPRD Provinsi Kepri, Iman Sutiawan
Ketua DPD Partai Gerindra Kepulauan Riau sekaligus Ketua DPRD Provinsi Kepri, Iman Sutiawan

IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Iman Sutiawan, kembali mengunjungi Pulau Kasu dan bertemu langsung dengan masyarakat, khususnya para nelayan, guna membahas kelangkaan minyak yang menjadi kebutuhan utama untuk aktivitas melaut Kamis (21/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Iman mendengarkan langsung aspirasi warga terkait sulitnya memperoleh minyak yang berdampak pada aktivitas para nelayan dalam mencari nafkah.

Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut harus segera dicari solusi agar kegiatan ekonomi masyarakat pesisir tidak terganggu.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Jika Terpilih di Pilkada Kepri, Warga Seibinti Minta HM Rudi Tetap Memperhatikan Masjid

“Hari ini kami kembali turun langsung ke masyarakat untuk mendengar keluhan nelayan. Kelangkaan minyak ini sangat dirasakan karena menjadi kebutuhan penting bagi mereka untuk melaut,” ujarnya.

Tak hanya di Pulau Kasu, perhatian terhadap kebutuhan nelayan juga disampaikan masyarakat dari Pulau Pemping, Pulau Mengkol, dan Pulau Pecong yang menghadapi persoalan serupa.

Pertemuan itu turut dihadiri Kapolsek Belakangpadang sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan aparat kepolisian dalam mencari solusi terbaik bagi masyarakat hinterland dan pesisir.

Iman Sutiawan yang dikenal sebagai putra asli Pulau Kasu memang kerap menyuarakan aspirasi masyarakat nelayan dan pesisir di Kepulauan Riau.

BACA JUGA:  Laut, Nelayan, dan Pembangunan, Kisah Iman Sutiawan yang Tak Pernah Jauh dari Akar

Ia juga beberapa kali terlibat dalam penyaluran bantuan alat tangkap serta program pemberdayaan nelayan di wilayah hinterland Batam.

Ia berharap persoalan kelangkaan minyak dapat segera mendapat perhatian serius agar aktivitas nelayan tetap berjalan lancar dan perekonomian masyarakat pulau tidak terhambat. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *