Momentum pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara yang meningkat signifikan ke Provinsi sepanjang tahun ini juga dinilai menjadi peluang pasar yang sangat menjanjikan bagi produk lokal petani.
“Produk pertanian kita harus dipersiapkan dengan standar mutu yang baik sehingga mampu diserap pasar dan diminati konsumen, terutama wisatawan yang datang ke Kepri,” katanya.
Ia mencontohkan kunjungan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono ke sejumlah kawasan pertanian organik menunjukkan bahwa pengelolaan pertanian modern dengan kualitas terjaga mampu menciptakan peluang bisnis yang menjanjikan.
Tidak hanya sektor pertanian primer, Riki juga menyoroti pentingnya pengembangan industri olahan berbasis komoditas lokal, khususnya durian yang kini menjadi salah satu produk unggulan Batam.
Menurutnya, durian lokal dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai ekonomi tinggi seperti es durian, es krim durian, dodol durian hingga berbagai produk makanan kreatif lainnya yang berpotensi besar menarik pasar wisatawan.
“Produk olahan ini menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat ekonomi lokal,” jelasnya.
Apalagi varietas premium seperti Musang King, Black Thorn hingga berbagai jenis durian khas Kepri disebut memiliki pasar yang kuat, khususnya di kalangan wisatawan yang datang ke Batam.
