RAPBN 2027 Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen, Bamsoet Soroti Investasi dan Lapangan Kerja

IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA — Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Koordinator Polhukam KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menilai target pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2027 memberikan gambaran arah pembangunan Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Menurut Bamsoet, target tersebut cukup ambisius mengingat ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan.

Dalam RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI, Jumat (14/8/2026), pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6 persen.

Bacaan Lainnya

Selain itu, pemerintah menargetkan inflasi sebesar 2,5 persen, nilai tukar rata-rata Rp17.500 per dolar AS, serta defisit anggaran sebesar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Bamsoet menilai RAPBN 2027 harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kondisi ekonomi nasional tetap sehat dan stabil.

“Target pertumbuhan ekonomi 6 persen tentu bukan pekerjaan mudah. Tetapi saya melihat target ini penting untuk mendorong Indonesia bergerak lebih cepat. Yang harus kita pastikan, pertumbuhan itu benar-benar terasa di masyarakat. Lapangan kerja bertambah, pendapatan masyarakat meningkat, usaha kecil berkembang, dan daya beli tetap terjaga,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Bamsoet usai mengikuti Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dorong Investasi hingga UMKM

Untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027, Bamsoet menilai pemerintah perlu mengoptimalkan berbagai sektor yang selama ini menopang perekonomian nasional.

Sejumlah sektor yang perlu didorong secara bersamaan antara lain konsumsi rumah tangga, investasi, industri pengolahan, ekspor, hilirisasi, pariwisata, ekonomi digital, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, pemerintah juga perlu menjaga kepercayaan dunia usaha agar investasi terus masuk dan perusahaan berani membuka lapangan kerja baru.

Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 sebesar 5,29 persen menunjukkan fondasi ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Namun, diperlukan dorongan tambahan agar target pertumbuhan 6 persen pada 2027 dapat tercapai.

“Kita tidak bisa berharap pertumbuhan 6 persen hanya dari belanja pemerintah. Dunia usaha harus ikut bergerak, investasi harus masuk, industri dan UMKM harus berkembang. Pemerintah tugasnya menciptakan iklim usaha yang nyaman, memberikan kepastian hukum dan menyediakan infrastruktur yang mendukung. Kalau sektor swasta dan ekonomi rakyat bergerak, lapangan kerja akan ikut terbuka,” katanya.

Pos terkait