UMKM Kepri Didorong Tembus Pasar Internasional, Nyanyang Borong Produk Lokal di Batam

IDNNEWS.CO.ID, BATAM — Satu per satu produk UMKM menarik perhatian Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura.

Di tengah hiruk-pikuk Kepri International Business Forum 2026 di Harmonie One Batam, Nyanyang tidak hanya berkeliling melihat produk yang dipamerkan. Ia menghampiri sejumlah stan UMKM dan kemudian memborong dagangan yang ditawarkan para pelaku usaha.

Suasana stan pun seketika menjadi lebih hangat. Transaksi sederhana itu menjadi bagian kecil dari sebuah forum yang membawa misi jauh lebih besar: mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas.

Bacaan Lainnya

Bagi pelaku UMKM, perhatian langsung dari pimpinan daerah menjadi dorongan tersendiri. Produk yang selama ini dipasarkan di lingkungan terbatas kini mendapat kesempatan diperkenalkan di tengah forum yang mempertemukan pelaku usaha, investor, mitra bisnis, pemerintah, serta jejaring bisnis dari berbagai negara.

BACA JUGA:  Masuki Masa Pensiun, Jabatan Kapolda Kepri Diserahkan ke Brigjen Asep Safrudin

Di balik aktivitas jual beli tersebut, ada persoalan besar yang sedang coba dijawab Pemerintah Provinsi Kepri.

Bagaimana produk UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas dan menembus pasar internasional?

Pertanyaan itu menjadi salah satu pesan penting dalam Kepri International Business Forum 2026 yang berlangsung pada 22–24 September 2026.

Forum tersebut tidak sekadar menjadi tempat bertemunya para pelaku bisnis. Pemerintah daerah menjadikannya sebagai ruang untuk memperluas konektivitas usaha sekaligus membuka peluang baru bagi UMKM Kepri.

Selama ini, tantangan UMKM tidak selalu berhenti pada kemampuan memproduksi barang. Ketika kapasitas produksi meningkat, tantangan berikutnya adalah menemukan pasar yang mampu menyerap produk secara berkelanjutan.

Karena itu, akses pasar menjadi bagian penting dari upaya pengembangan UMKM.

Produk yang bagus membutuhkan kemasan yang menarik. Produk yang menarik membutuhkan legalitas dan standar yang sesuai. Dan semua itu pada akhirnya membutuhkan jaringan pemasaran yang mampu mempertemukan produk dengan konsumen.

BACA JUGA:  Wagub Kepri Nyanyang Safari Ramadan di Tembesi Batam, Serahkan Bantuan untuk Yatim dan Dhuafa

Di sinilah forum internasional seperti Kepri International Business Forum mengambil peran.

Pelaku UMKM tidak hanya diperkenalkan kepada konsumen lokal, tetapi juga ditempatkan dalam ekosistem yang mempertemukan mereka dengan calon mitra usaha dan jejaring bisnis yang lebih luas.

Bagi Kepri, peluang tersebut menjadi semakin relevan karena posisi geografis daerah yang berada di jalur perdagangan dan berdekatan dengan pusat-pusat ekonomi kawasan Asia Tenggara.

Potensi geografis itu diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi produk-produk lokal untuk memperluas jangkauan pasar.

Namun, jalan menuju pasar internasional tentu tidak cukup hanya dengan membawa produk ke sebuah pameran.

Pelaku UMKM perlu memastikan kualitas produk, kontinuitas produksi, legalitas, sertifikasi, kemasan, hingga kemampuan memenuhi permintaan dalam skala yang lebih besar.

Artinya, proses naik kelas harus berjalan bersamaan dengan perluasan akses pasar.

BACA JUGA:  OJK Dorong Santri 'Melek' Keuangan Syariah Lewat Program SAKINAH

Aksi Nyanyang memborong dagangan UMKM di tengah forum internasional itu menjadi gambaran sederhana dari semangat tersebut. Yakni ada produk yang harus dikenalkan, ada pelaku usaha yang harus diberi ruang, hingga ada pasar yang harus terus dibuka.

Transaksi di sebuah stan mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun, bagi UMKM, perhatian tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk membangun kepercayaan diri dan memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.

Kepri International Business Forum 2026 pun akhirnya tidak hanya berbicara mengenai investasi, perdagangan, dan jejaring bisnis.

Di antara pembicaraan tentang peluang ekonomi dan kerja sama internasional, terdapat cerita dari stan-stan kecil tempat produk UMKM dipajang.

Dari sana, sebuah pesan sederhana muncul: produk lokal tidak boleh berhenti hanya menjadi kebanggaan daerah. Produk lokal harus memiliki kesempatan untuk menemukan pasar yang lebih luas. Dan di Batam, kesempatan itu sedang coba dibuka. (Iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *