Tito Karnavian Siapkan Tim Kemendagri untuk Cek Daerah dengan Belanja dan Pendapatan Rendah

Pemda Diminta Dorong Ekspor dan Hilirisasi

Komponen pertumbuhan ekonomi lainnya adalah jumlah ekspor yang dikurangi impor.

Dalam hal ini, Tito menyebut pemerintah daerah memiliki peran untuk mendorong pengusaha dan pelaku ekonomi di daerah agar menciptakan ekosistem yang mendukung orientasi ekspor.

Menurutnya, ketika kebutuhan lokal di dalam negeri telah terpenuhi, produk daerah dapat diarahkan untuk menembus pasar ekspor.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Aset Tanah dan Bangunan Terpidana Kasus Pajak Tony Budiman Disita Kejagung

Ia juga mencontohkan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas daerah.

“Ketika di dalam negeri, kebutuhan dalam lokalnya sudah cukup, maka diorientasikan ke ekspor. Termasuk hilirisasi misalnya, yang kayaknya sederhana. Kelapa misalnya, di Maluku Utara. Itu kemudian bisa digunakan apa, dijadikan ekspor. Nah, ini akan membuat angka ekspornya lebih tinggi, surplus, dibanding impor,” ujar Tito.

Tito Ingatkan Bahaya Middle Income Trap

Mantan Kapolri tersebut juga meminta pemerintah daerah terus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah masing-masing.

Tito menegaskan Indonesia tidak boleh terjebak dalam middle income trap atau jebakan pendapatan menengah.

Menurutnya, negara-negara yang berhasil keluar dari jebakan tersebut umumnya mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

BACA JUGA:  OJK Kepri Maksimalkan Pengawasan Permodalan BPR/S

“Kita juga tidak ingin negara kita terjebak dalam middle income trap. Negara-negara maju umumnya bisa keluar dari jebakan itu kalau pertumbuhan ekonominya tinggi, katakanlah double digit,” ujar Tito.

Karena itu, pemerintah daerah dinilai memiliki peran penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi belanja dan pendapatan daerah, peningkatan daya beli masyarakat, kemudahan investasi, serta penguatan sektor ekspor dan hilirisasi.

Melalui pemantauan dan evaluasi secara berkala, Kemendagri berharap daerah yang realisasi pendapatan maupun belanjanya masih rendah dapat segera melakukan perbaikan sehingga aktivitas ekonomi dan perputaran uang di masyarakat semakin meningkat.

SUMBER: KOMPAS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *