TEP UNDIP: Potensi Maritim Rempang Besar, tetapi Terancam Minim Infrastruktur

Tri Joko menegaskan pentingnya penanganan cepat. “Kalau sanitasi tidak dibenahi, ekosistem pesisir akan rusak dan itu berarti ancaman langsung terhadap mata pencaharian nelayan,” katanya.

Ekonomi Rajungan dan Tangkapan Ikan Potensial, Tapi Nelayan Terjebak Ketergantungan

Sebanyak 69,3 persen warga Rempang bekerja sebagai nelayan tradisional. Komoditas rajungan memiliki nilai jual tinggi, terutama ketika sudah diolah menjadi daging kupas dengan harga mencapai Rp345.000 per kilogram di pasar regional.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Selama 11 Tahun Berturut-turut, Bank Indonesia Kepri Pertahankan Sertifikasi ISO 15489:2016

Namun, nelayan lokal belum menikmati nilai tambah tersebut. Mereka masih bergantung pada modal dari pengepul (toke), sehingga posisi tawar mereka sangat lemah.
“Ketergantungan pada toke membuat nelayan tidak bisa naik kelas. Hilirisasi tidak akan berjalan kalau struktur ekonomi seperti ini dibiarkan,” jelas Tri Joko.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *