Telkom Tebar Dividen Jumbo Rp21,9 Triliun, RUPST Setujui Buyback Saham Rp4 Triliun

Di sisi pengembangan infrastruktur, proses spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia ditargetkan rampung pada kuartal ketiga 2026, seiring dengan dibukanya kembali inisiatif kemitraan strategis bisnis data center.

Perseroan juga bertransisi menuju model HoldCo–OpCo dengan pelaporan berbasis segmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja.

“Tahun ini kami mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur. Setiap langkah yang diambil diarahkan untuk membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global,” tambah Dian.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Telkom Teguhkan Transformasi Jadi National Sustainability Platform, Dorong Ekonomi Digital Hijau dan Inklusif

Terakhir, RUPST juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris guna memperkuat pengawasan atas agenda transformasi dan dinamika industri digital. Angga Raka Prabowo didapuk sebagai Komisaris Utama, didampingi empat Komisaris Independen yakni Deswandhy Agusman, Anthony Leong, Ira Noviarti, dan Rofikoh Rokhim, serta tiga Komisaris yaitu Rizal Mallarangeng, Edwin Hidayat Abdullah, dan Ossy Dermawan.

Sementara itu, jajaran Direksi tidak mengalami perubahan. Dian Siswarini tetap memimpin sebagai Direktur Utama, didukung delapan direktur yang meliputi bidang Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine, Direktur Human Capital Management: Willy Saelan, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra, Direktur Network: Nanang Hendarno, Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji, Direktur Wholesale & International Service: Budi Satria Dharma Purba, Direktur IT Digital: Faizal R. Djoemadi, dan Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *