Tekanan Harga Global ‘Hantam’ Industri Pasir Kuarsa Kepri, PT MMI Minta HPM Ditinjau Ulang

Meski berada dalam kondisi sulit, Ady menekankan bahwa PT MMI tetap menunjukkan komitmen terhadap kontribusi fiskal. Dari aktivitas penjualan yang berhasil direalisasikan, perusahaan mencatatkan setoran kepada negara dan daerah sebesar Rp2.678.654.620.

Kontribusi tersebut berasal dari Pajak Daerah, Pajak Opsen, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Jasa Barang, PNBP Jasa Angkutan Laut, serta Pajak Penghasilan (PPh) ekspor.

“Nilai tersebut belum termasuk pajak dan penerimaan non-pajak lain yang berkaitan dengan aktivitas operasional perusahaan,” ungkap Ady.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Pemprov Kepri Turun ke Masjid, Wagub Nyanyang Tegaskan Pembangunan Harus Dirasakan Masyarakat

Sebelumnya, Ady yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Penambang Kuarsa Indonesia (HIPKI) telah menemui Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk melaporkan secara langsung perkembangan dan tantangan industri pasir kuarsa di Kepri.

“Alhamdulillah, Pak Gubernur memberikan respons yang baik dan mau mendengarkan keluhan pengusaha. Ini pertanda positif bagi keberlanjutan investasi di Kepri,” ujarnya.

Ady pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kepri yang dinilainya konsisten menjaga keberlangsungan dunia usaha di tengah tekanan ekonomi.

Menurutnya, Gubernur Kepri bersama Dinas ESDM terus membuka ruang komunikasi dengan pelaku usaha, sekaligus mendorong proses perizinan yang lebih efektif dan kebijakan yang mendukung daya saing daerah.

BACA JUGA:  Wagub Kepri Tinjau Fasilitas Energi di Kabil, Pastikan BBM dan LPG Aman Jelang Idulfitri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *