Namun, menurutnya, hasil pembahasan justru mengarah pada permintaan agar KJK dibubarkan dan tidak lagi menggunakan nama komunitas tersebut.
“Kami justru diminta melebur ke PWI dan tidak lagi menggunakan nama KJK. Bagi kami, itu merupakan pembatasan terhadap ruang kreativitas,” katanya.
Karena itu, ia memutuskan mengundurkan diri dari PWI.
“Sudah tidak ada lagi ruang kreativitas bagi kami. Karena itu, saya memilih mundur,” ujarnya.
Wakil Ketua KJK, Novianto, menilai hasil rekonsiliasi tidak sejalan dengan penyampaian awal Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir.
Menurut Novianto, dalam pengantarnya, Akhmad Munir menjelaskan proses rekonsiliasi di sejumlah daerah yang terdampak dualisme kepemimpinan PWI beberapa waktu lalu.
“Cak Munir menceritakan bagaimana proses rekonsiliasi di berbagai daerah. Bahkan ada daerah yang sampai menggelar pemilihan ulang untuk memperkuat kembali persatuan organisasi,” ujar Novianto.
Ia menegaskan kondisi tersebut berbeda dengan yang terjadi di Kepulauan Riau.
“Di Kepri tidak ada anggota yang tidak mengakui kepemimpinan Saibansah Darnadi sebagai Ketua PWI Kepri. Kami hanya sudah tidak lagi menjadi pengurus, tetapi tetap ingin berkarya melalui KJK yang dibentuk sesuai AD/ART PWI dan tidak berbadan hukum,” katanya.
