Superbank kemudian melakukan peluncuran aplikasi kepada publik pada 19 Juni 2024 dengan meluncurkan integrasi langsung dengan aplikasi Grab dan OVO.
Lantas, bagaimana kinerja Superbank?
Superbank mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp20,06 miliar sepanjang semester I-2025. Perolehan laba itu juga berbalik dari rugi sebesar Rp188,46 miliar setahun sebelumnya.
Merinci laporan keuangan yang berakhir pada periode 30 Juni 2025, bank digital besutan Grab, Emtek, Singtel dan KakaoBank, mencatatkan pendapatan bunga bersih tumbuh 171% secara tahunan (yoy) menjadi Rp667,6 miliar. Net Interest Margin (NIM) pun meningkat menjadi 10,2%, naik dari 8,1% pada tahun sebelumnya.
Selain itu, efisiensi operasional membaik, tercermin dari rasio biaya terhadap pendapatan (Cost to Income Ratio/CIR) yang menurun drastis menjadi 74,2% dari sebelumnya 149,9%.Terkait fungsi intermediasi, total penyaluran kredit mencapai Rp8,4 triliun, meningkat 123% yoy sepanjang paruh pertama tahun ini.
Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) Gross turun ke 2,7% dan NPL Net berada di level 0,98%.










