Sidak Mentan di Karimun Ungkap Penyelundupan Ribuan Ton Beras Ilegal, Petani Terancam Rugi

“Dikirim dari daerah yang tidak memiliki sawah ke wilayah yang justru surplus beras. Ini indikasi kuat adanya penyelundupan dan harus diusut tuntas, tidak berhenti pada pelaku lapangan saja,” ujarnya.

Selain beras, Bea dan Cukai Karimun juga mengamankan sejumlah komoditas pangan lain seperti gula pasir, cabai kering, bawang merah, dan bawang putih. Seluruh komoditas tersebut tidak dilengkapi sertifikat karantina, tidak melalui tempat pengeluaran resmi, serta tidak dilaporkan kepada pejabat berwenang.

Mentan Amran mengingatkan bahwa pelanggaran karantina tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga berisiko besar terhadap sektor pertanian dan peternakan nasional. Masuknya komoditas tanpa prosedur dapat memicu penyebaran penyakit dan hama berbahaya, seperti penyakit mulut dan kuku (PMK).

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  BUMD Kepri Kelola Hak Partisipasi Migas 10 Persen di Wilayah Kerja Northwest Natuna

“Pelanggaran karantina bukan sekadar persoalan volume atau nilai ekonomi saja, tetapi menyangkut ancaman serius terhadap keberlanjutan sektor pertanian dan peternakan nasional,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menegaskan komitmen Pemprov Kepri dalam mendukung upaya pencegahan masuknya komoditas pangan nonprosedural ke wilayah Kepulauan Riau. Menurutnya, langkah tegas ini penting untuk mencegah kerugian negara serta melindungi petani dan peternak lokal.

“Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan segera berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait agar pengawasan diperketat. Tujuannya jelas, mencegah kerugian negara, menjaga kesejahteraan petani dan peternak, serta menghindari risiko penyebaran penyakit,” ujar Nyanyang.

BACA JUGA:  Li Claudia Candra Tegaskan Perangkat Daerah Harus Hadir dan Tanggap Layani Masyarakat

Kasus ini sekaligus menjadi peringatan penting akan perlunya pengawasan terpadu di wilayah perbatasan dan kawasan perdagangan bebas, agar stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan nasional tetap terjaga. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *