Serena Francis Bersama Jemaat GMIT Eklesia Bangun Rumah Harapan bagi Pekerja Migran di Batam

IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, bersama Majelis Jemaat GMIT Eklesia Kota Batam menginisiasi pembangunan Graha GMIT Eklesia Batam sebagai rumah aman, tempat pemulihan, dan pusat pemberdayaan pekerja migran Indonesia. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada 1 November 2026 di Batam.

Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Sanep Blegur, menyampaikan bahwa pembangunan graha merupakan wujud pelayanan kasih gereja bagi mereka yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan.

“Kami mengapresiasi inisiatif Ibu Serena Francis bersama Majelis Jemaat GMIT Eklesia Kota Batam. Kita berharap rumah ini menjadi tempat saudara-saudara kita diterima, dipulihkan, dan dikuatkan untuk kembali membangun kehidupan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  BI Kepri Perkuat Ekonomi Digital Melalui Cernival 2026, QRIS Jadi Motor Penggerak UMKM dan Pariwisata

Urgensi pelayanan tersebut tergambar dalam data Lembaga Jaringan Safe Migran. Jumlah penanganan meningkat dari 164 pada 2024 menjadi 448 pada 2025, atau sekitar 173 persen.

Pembangunan dan kelengkapan graha direncanakan membutuhkan sekitar Rp5,27 miliar, dengan luas bangunan 1.033 meter persegi.

Fasilitasnya meliputi dormitori perempuan dan laki-laki berkapasitas total 56 orang, ruang konseling dan administrasi, ruang pembinaan dan belajar, ruang makan, pantry, serta area rekreasi sederhana.

Graha juga direncanakan memiliki 12 kamar guest house berkapasitas 24 orang, lobi, area komunal, dan taman tengah. Hall multifungsi dirancang menampung 200 peserta ibadah, 150 peserta seminar, atau 100 peserta pelatihan, sesuai pengaturan kegiatan.

BACA JUGA:  Batam Makin Ramai, 563.197 Orang Melintas Sepanjang Agustus 2026

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *