“Saya ingin memastikan mereka memiliki masa depan yang lebih baik. Nantinya mereka akan kita masukkan ke Sekolah Rakyat dan tinggal di asrama agar pendidikan, pembinaan, dan kebutuhan mereka dapat terjamin,” tegasnya.
Nyanyang menegaskan dirinya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang agar seluruh proses administrasi berjalan lancar sehingga ketiga anak tersebut dapat mengikuti program pendidikan tersebut tanpa hambatan.
Pemerintah Tidak Boleh Tinggal Diam
Di hadapan para petugas sosial, Nyanyang menyampaikan bahwa pemerintah tidak boleh menunggu persoalan menjadi besar sebelum bertindak. Ketika ada anak yang membutuhkan perlindungan, negara harus hadir dengan cepat.
Menurutnya, anak-anak yang hidup dalam keterbatasan tetap memiliki hak yang sama dengan anak-anak lainnya.
“Kita turut prihatin atas apa yang mereka alami. Mereka adalah anak-anak kita juga yang harus mendapatkan hak yang sama, baik untuk hidup layak maupun memperoleh pendidikan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Gubernur Ansar Ahmad adalah memastikan seluruh masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah, khususnya kelompok rentan.
“Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat. Ini adalah bentuk keseriusan saya bersama Pak Gubernur Ansar agar tidak ada anak-anak Kepri yang terlantar dan kehilangan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Pendampingan Hingga Siap Bersekolah
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Riau, Yeni Ardianti, menjelaskan bahwa ketiga kakak beradik tersebut kini berada di RPRSA Ceria sebagai tempat rehabilitasi sementara sebelum nantinya masuk ke Sekolah Rakyat.










