Penanganan Gempa NTT Dipercepat, 253 Ton Bantuan Dikirim ke Wilayah Terdampak

IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah terus mempercepat penanganan bencana gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026). Hingga hari kelima pascabencana, sebanyak 253 ton logistik telah dikirimkan ke sejumlah wilayah terdampak.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pengiriman terbaru dilakukan menggunakan lima pesawat yang membawa sekitar 65 ton bantuan. Pesawat tersebut diberangkatkan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB atas instruksi Presiden Prabowo Subianto.

“Sejak hari pertama 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik,” ujar Teddy.

Bacaan Lainnya

Bantuan yang dikirim pemerintah meliputi makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.

Pemerintah juga menyiapkan dua posko utama di Labuan Bajo dan Maumere untuk memperkuat distribusi bantuan. Posko Labuan Bajo menjadi titik penyaluran menuju wilayah Manggarai dan Ngada, sedangkan Posko Maumere diarahkan untuk mendistribusikan bantuan ke Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Penanganan Gempa NTT Diperkuat Lewat Jalur Udara, Laut dan Darat

Penanganan bencana gempa NTT dilakukan melalui jalur udara, laut, dan darat. Pengiriman bantuan melalui udara diperkuat dengan penggunaan helikopter, pesawat Cassa, serta pesawat berukuran lebih kecil.

BACA JUGA:  Berusia 60 Tahun, PGN Berkomitmen Sediakan Gas Bumi Berenergi Bersih

Sementara melalui jalur laut, tiga KRI TNI Angkatan Laut telah berada di wilayah terdampak. Satu kapal rumah sakit juga segera dikerahkan untuk mendukung pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Akses transportasi darat juga telah kembali terbuka sejak hari kedua setelah gempa. Pemerintah memastikan jalur darat dapat dilalui untuk mendukung mobilisasi bantuan dan proses evakuasi.

“Laporan dari Menteri PU, seluruh jalur darat sudah dapat dilewati sejak hari kedua,” kata Teddy.

Sembilan Ruas Jalan Nasional Mulai Dipulihkan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan pemulihan infrastruktur vital yang terdampak gempa terus dilakukan.

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT telah mengerahkan personel serta alat berat untuk memulihkan sedikitnya sembilan ruas jalan nasional yang sebelumnya tertutup material longsor.

Dari total 33 titik longsoran yang menutup badan jalan, sebanyak 32 titik telah ditangani sementara sehingga jaringan jalan kembali berfungsi. Selain itu, empat titik patahan badan jalan, kerusakan jembatan, dan plat duiker juga telah ditangani agar kembali dapat dilalui kendaraan.

“Pemerintah terus bergerak cepat menangani dampak gempa bumi NTT. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, prioritas utama adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pertolongan, bantuan, dan layanan yang dibutuhkan,” ujar AHY melalui akun Instagram resminya.

BACA JUGA:  Kadin Kepri Sambut Positif Revisi UU KADIN, Mustava Sebut Sudah 40 Tahun Tak Pernah Diubah

Selain infrastruktur jalan, pemerintah juga memprioritaskan pemulihan sektor pasokan air dan sumber daya air. Pemeriksaan awal terhadap Bendungan Napungete, Waerita, dan Mbay menunjukkan ketiga bendungan tersebut dalam kondisi baik.

Donasi Masyarakat untuk Korban Gempa Capai Rp2,16 Miliar

Dukungan terhadap korban gempa NTT juga datang dari masyarakat. Danantara Indonesia melaporkan donasi yang terkumpul telah mencapai Rp2,16 miliar.

Donasi tersebut dihimpun melalui QR Code dalam acara Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan. Danantara juga mengoordinasikan respons lintas BUMN untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Dukungan BUMN difokuskan pada pemulihan listrik, jaringan komunikasi, serta pasokan bahan bakar.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bantuan logistik telah disalurkan ke lima kecamatan di Kabupaten Sikka, yakni Palue, Alok Barat, Hewokloang, Talibura, dan Kangae.

Pemerintah juga menyiapkan 882 unit tenda, terdiri dari 215 tenda pengungsi dan 667 tenda keluarga. Selain itu, dua unit rumah sakit lapangan turut dikerahkan untuk mendukung pelayanan kesehatan.

Listrik dan Telekomunikasi Berangsur Pulih

Pemulihan layanan dasar di wilayah terdampak terus menunjukkan perkembangan. PT PLN telah memulihkan 99,9 persen pelanggan yang terdampak gempa.

BACA JUGA:  Investasi di Kawasan Bebas Batam Terus Naik, 'Capai Rp6 Triliunan atau Naik 51,4 Persen'

Sementara itu, pemulihan jaringan telekomunikasi di Manggarai Timur telah mencapai 98,3 persen dan di Ende mencapai 96,3 persen.

Danantara bersama sejumlah BUMN juga mulai memetakan kebutuhan lanjutan, termasuk melakukan pendataan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan berat. Data tersebut akan digunakan untuk mendukung tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Korban Meninggal Gempa Flores Capai 70 Orang

BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bermagnitudo 7,7 di Flores, NTT, telah mencapai 70 orang per Rabu (19/8/2026). Selain itu, sebanyak 1.182 orang mengalami luka-luka dan sekitar 40.000 warga mengungsi.

Jumlah korban meninggal tersebut meningkat dibandingkan catatan BNPB sebelumnya yang mencatat 68 orang meninggal dunia per Senin (17/8/2026).

Aktivitas gempa susulan juga masih berlangsung. BMKG mencatat sebanyak 2.768 gempa susulan hingga Rabu (19/8/2026) pukul 06.00 WITA. Gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto sebelumnya menjelaskan bahwa gempa bermagnitudo 7,7 tersebut dipicu aktivitas sesar naik busur belakang Flores. Sesar tersebut berpotensi memicu gempa bumi dengan kekuatan hingga magnitudo 7,8–7,9.

Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan hingga kini terus memperkuat distribusi bantuan, pemulihan infrastruktur, layanan dasar, serta pendataan kerusakan sebagai bagian dari penanganan darurat dan persiapan rehabilitasi serta rekonstruksi wilayah terdampak.

SUMBER: BISNIS INDONESIA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *