Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Telan Anggaran Rp158 Miliar

Untuk akses jalan di dalam kawasan sekolah, Amsakar menjelaskan pembangunan dan penyediaannya menjadi bagian dari tanggung jawab yayasan. Sementara infrastruktur akses di luar kawasan menjadi kewenangan pemerintah.

Jaringan akses tersebut nantinya menghubungkan berbagai fasilitas di dalam kawasan, mulai dari gedung belajar, asrama, area perusahaan hingga rumah ibadah.

Skema Pengelolaan dan Rekrutmen Guru

Bacaan Lainnya

Mengenai pengelolaan sekolah, Amsakar mengatakan pemerintah bersama yayasan masih akan membahas skema terbaik setelah pembangunan fisik selesai.

BACA JUGA:  Investasi Pendidikan Masuk Rempang, Direktur PT MEG Michael Wilson : Sekolah Terintegrasi Merah Putih Diharapkan Cetak SDM Unggul

Salah satu opsi yang dibahas adalah pengelolaan oleh pemerintah. Jika skema tersebut diterapkan, proses rekrutmen tenaga pendidik akan berada di bawah pemerintah.

Namun, pengelolaan oleh yayasan juga masih menjadi kemungkinan.

“Biarlah ke depan nanti kita rembukkan bersama. Tapi soal guru, proses rekrutmennya akan kita lakukan secara terbuka,” kata Amsakar.

Ia menegaskan tenaga pendidik yang direkrut harus memiliki kompetensi tinggi karena sekolah tersebut ditargetkan menjadi sekolah unggulan sekaligus percontohan bagi daerah lain.

Amsakar berharap kolaborasi pembiayaan antara pemerintah dan dunia usaha dalam pembangunan sekolah tersebut dapat menjadi referensi bagi pengembangan pendidikan berbasis kemitraan.

BACA JUGA:  Dari World Expo Osaka, Barelang Siap Tumbuh Jadi Pusat Ekonomi Hijau Indonesia

“Semoga ini menjadi catatan sejarah bagi Kota Batam yang kita cintai,” ujarnya. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *