RAPBN 2027 Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen, Bamsoet Soroti Investasi dan Lapangan Kerja

APBN Harus Tetap Sehat

Bamsoet juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan kemampuan keuangan negara.

Dalam RAPBN 2027, pemerintah menargetkan pendapatan negara sekitar Rp3.426 triliun dan belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun. Dengan demikian, defisit anggaran ditargetkan sebesar 2,4 persen terhadap PDB.

Menurut Bamsoet, selisih antara pendapatan dan belanja tersebut harus dikelola secara hati-hati agar kesehatan fiskal tetap terjaga tanpa mengorbankan pendanaan untuk program yang dibutuhkan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Kita tentu harus menjaga agar keuangan negara tetap sehat. Tetapi penghematan juga harus dilakukan dengan cermat. Jangan sampai anggaran untuk pendidikan, kesehatan, pangan, energi, infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja ikut terpangkas, sementara belanja yang kurang penting masih berjalan. Setiap rupiah APBN harus dilihat manfaatnya. Kalau memberikan dampak besar bagi masyarakat dan ekonomi, harus diprioritaskan,” urainya.

Delapan Prioritas Pemerintah

Bamsoet menilai delapan prioritas pemerintah dalam RAPBN 2027 telah menyasar sejumlah kebutuhan utama masyarakat.

Prioritas tersebut mencakup kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur dan perumahan, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, hingga penurunan kemiskinan.

Namun, ia mengingatkan agar setiap program memiliki hasil yang terukur.

Menurutnya, program pemerintah harus mampu meningkatkan produktivitas petani sekaligus menjaga stabilitas harga pangan, memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak, serta memastikan hilirisasi mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

“Prioritas pemerintah sudah tepat, tinggal bagaimana pelaksanaannya. Masyarakat harus bisa melihat hasilnya secara langsung. Petani harus semakin sejahtera, harga pangan lebih terjangkau, listrik dan energi tersedia, anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, layanan kesehatan semakin mudah, dan masyarakat berpenghasilan rendah semakin mudah memiliki rumah. Itulah indikator sederhana apakah APBN benar-benar berhasil dijalankan,” pungkasnya.

SUMBER: DETIK

Pos terkait