“Pertumbuhan ini menunjukkan sektor transportasi udara di Batam terus mengalami pemulihan dan peningkatan aktivitas seiring membaiknya mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata,” tambahnya lagi.
Menghadapi lonjakan arus balik, pengelola bandara telah melakukan berbagai langkah antisipasi. Peningkatan kesiapan fasilitas, pengaturan alur pergerakan penumpang di terminal, serta penguatan koordinasi dengan maskapai, otoritas bandara, hingga instansi keamanan menjadi prioritas utama.
Manajemen BIB menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang tetap menjadi fokus utama selama periode puncak arus balik. Seluruh proses operasional dipantau secara real time melalui dashboard Posko Lebaran untuk memastikan setiap potensi kendala dapat segera diatasi.
Kinerja positif pergerakan penumpang dan penerbangan selama musim Lebaran ini juga menjadi sinyal optimistis bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Tingginya mobilitas udara tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga menggerakkan sektor pendukung seperti pariwisata, perhotelan, perdagangan, dan jasa.
Dengan proyeksi pertumbuhan penumpang dan penerbangan yang terus meningkat, Bandara Hang Nadim Batam semakin mengukuhkan perannya sebagai salah satu gerbang transportasi udara strategis di wilayah barat Indonesia, khususnya dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau.(Iman)









