Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga wilayah pesisir. Selain mencegah abrasi dan meredam gelombang laut, tanaman ini juga berfungsi sebagai penyerap karbon yang efektif dalam menekan dampak perubahan iklim.
Tak hanya itu, hutan mangrove juga menjadi habitat alami bagi berbagai biota laut seperti ikan, udang, dan kepiting yang menjadi sumber penghidupan masyarakat nelayan setempat.
Pelaksana Harian Lurah Ngenang, Suleman, mengapresiasi langkah PT BSP yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat.
“Penanaman mangrove ini sangat penting untuk menahan abrasi sekaligus menjadi habitat biota laut. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memperkuat sinergi antara perusahaan dan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, hingga aparat keamanan seperti TNI-Polri.
Partisipasi masyarakat juga terlihat aktif, melibatkan ketua RT/RW, Karang Taruna, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.
Selain itu, kegiatan ini turut dikawal oleh perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama tim internal perusahaan guna memastikan pelaksanaan sesuai dengan standar lingkungan berkelanjutan.
Melalui program ini, PT BSP berharap dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar. KEK Tanjung Sauh pun diharapkan menjadi contoh kawasan industri modern yang tetap berwawasan lingkungan di Indonesia.(Iman Suryanto)









