IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Bank Indonesia menilai perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan tetap berada di jalur positif sepanjang 2025–2026, dengan dukungan kuat dari sektor industri, perdagangan, dan percepatan investasi.
Namun, sejumlah dinamika global seperti tensi geopolitik dan kebijakan tarif resiprokal negara mitra juga berpotensi memberi tekanan terhadap kinerja ekonomi. Pandangan ini disampaikan melalui paparan bertajuk “Prospek Perekonomian dan Upaya Mendorong Pertumbuhan Ekonomi 2026”, yang menggambarkan kondisi terkini sekaligus arah kebijakan ke depan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P di sela-sela Bincang Bareng Media BI Kepri pada Selasa (30/12/2025) pagi, mengatakan bahwa Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kepri pada 2025 mencapai kisaran 6,5–7,3%, dan kembali menguat pada 2026 di rentang 6,4–7,2%.
“Proyeksi ini mencerminkan optimisme terhadap daya dorong sejumlah lapangan usaha utama yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan,” tegasnya
Sektor industri pengolahan masih akan menjadi motor utama ekonomi Kepri, didukung investasi industri hilir dan ekspansi manufaktur. Konstruksi diproyeksikan meningkat seiring geliat pembangunan infrastruktur dan properti. Sektor pertambangan dan perdagangan juga tetap memberikan kontribusi signifikan, terutama dari tingginya aktivitas perdagangan luar negeri.
