Prospek Ekonomi Kepri 2026: Pertumbuhan Tetap Kuat, Risiko Global Diwaspadai, BI Fokus Perkuat UMKM dan Digitalisasi Pembayaran

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P

“Bank Indonesia memetakan keseimbangan risiko (balance of risks) yang akan mempengaruhi perekonomian Kepri tahun depan. Dengan faktor-faktornya antara lain, Transmisi penurunan suku bunga global dan domestik yang masih berlanjut dan Kepastian regulasi melalui PP 25 dan 28 Tahun 2025 yang diharapkan memperkuat gairah investasi,” tegasnya.

Sementara itu, gaktor penekannya antara lain, Implementasi tarif resiprokal Amerika Serikat dan ketatnya persaingan perdagangan internasional dan berlanjutnya konflik geopolitik dunia yang berpotensi mengganggu rantai pasok dan sentimen global.

Bank Indonesia menegaskan pentingnya sinergi kebijakan yang tangguh dan mandiri agar pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2026 bisa lebih tinggi dan berdaya tahan.

Bacaan Lainnya

Sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan performa positif. Kepri mencatat:
1. Tingkat Pengangguran Terbuka 2024: 6,45%
2. Tingkat Kemiskinan 2024: 4,91%
3. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2024: 79,83 – salah satu yang tertinggi di Indonesia

“Meski masih terdapat ruang perbaikan, posisi ini menegaskan bahwa kualitas hidup di Kepri terus membaik dari waktu ke waktu,” terangnya.

Pos terkait