IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam memandang Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi sebagai instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah, memperkuat sektor UMKM, serta meningkatkan daya tarik pariwisata Batam.
Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menegaskan bahwa pengembangan industri olahraga memiliki dampak ekonomi berantai (multiplier effect) yang mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi sebuah gerakan untuk menghidupkan dan mengembangkan sepak bola di Batam. Ketika sepak bola berkembang, maka ekonomi masyarakat juga ikut bergerak. UMKM akan tumbuh dan sektor pariwisata akan semakin hidup,” ujar Fary saat ditemui awak media pada Rabu (22/7/2026) sore.
Menurutnya, BP Batam memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival tersebut sesuai arahan Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi kreatif dan sport tourism di Kota Batam.
Fary menilai manfaat terbesar dari kegiatan ini bukan hanya pada pelaksanaan turnamen, melainkan keberlanjutan program pembinaan setelah kompetisi selesai.
