Prabowo Targetkan Zero Accident Karhutla 2027, Pemerintah Perkuat Pengelolaan Gambut

IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menargetkan zero accident kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai tahun depan. Target tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah untuk memperkuat langkah pencegahan, khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut.

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto saat memberikan sambutan penutup Workshop Pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) di Kantor Kementerian Kehutanan, Kamis (2/10/2026).

Brian mengatakan pemerintah mendapat target untuk membantu Menteri Kehutanan mewujudkan kondisi tanpa kejadian karhutla pada tahun depan. Menurutnya, target tersebut memang cukup ambisius, tetapi diperlukan agar seluruh pihak memperkuat langkah pencegahan sejak dini.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Rayakan Cap Go Meh dan Buka Puasa Bersama, MEG Perkuat Kebersamaan Warga Rempang dan Galang

“Jadi kita diberikan target untuk membantu Bapak Menteri Kehutanan tahun depan zero accident (karhutla),” ujar Brian.

Ia mengingatkan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar tidak menunggu munculnya titik api untuk mulai melakukan penanganan karhutla.

“Jangan begitu ada mulai satu titik api baru kita panik,” katanya.

Untuk mendukung target tersebut, Brian mendorong keterlibatan akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerintah daerah, hingga masyarakat dalam pengelolaan lahan gambut. Pendekatan berbasis masyarakat menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam pembahasan pembentukan BPGMN.

Menurut Brian, Presiden menilai pendekatan yang melibatkan masyarakat dapat menjadi cara yang efektif sekaligus lebih efisien dalam menangani persoalan gambut.

BACA JUGA:  1.000 Warga Padati Maulid Nabi di Rempang Eco City: Antara Toleransi dan Persaudaraan

“Kita berharap kebijakan-kebijakan yang akan datang terutama di dalam penanganan gambut itu juga menjadikan referensi penanganan sebagai penanganan yang efektif dan melibatkan masyarakat sebagai sesuatu yang akhirnya dapat dijalankan,” jelasnya.

Pengelolaan Gambut dan Kesejahteraan Masyarakat

Selain mencegah karhutla, Brian menekankan pengelolaan lahan gambut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan lahan gambut secara produktif diharapkan dapat menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat yang menjaga dan mengelola kawasan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Brian juga menawarkan keterlibatan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Program tersebut dapat diarahkan untuk mendukung pengelolaan dan perlindungan lahan gambut di enam provinsi yang selama ini rentan terdampak karhutla.

BACA JUGA:  RAPBN 2027 Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen, Bamsoet Soroti Investasi dan Lapangan Kerja

“Kalau nanti tahun depan barangkali KKN Tematik kita adalah menjaga gambut, boleh juga. Paling tidak di enam provinsi kita bisa arahkan KKN-nya khusus temanya menjaga atau mengelola lahan gambut,” katanya.

Brian menyebut mahasiswa dapat mulai dilibatkan sekitar Juni, sebelum memasuki periode rawan kebakaran. Dengan demikian, kegiatan pencegahan dapat dilakukan lebih awal sebelum munculnya titik api.

Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan serta Kementerian Transmigrasi melalui program Patriot untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan mengelola lahan gambut.

“Sehingga kita semakin banyak yang terlibat, semoga itu bisa betul-betul mendapatkan target zero accident,” jelas Brian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *