Pertamina Salurkan Kapal Pembersih Eceng Gondok dan 3.000 Bibit Pinus untuk Jaga Kelestarian Danau Toba

“Kami sangat berterimakasih atas perhatian yang diberikan Pertamina. Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan bentuk kepedulian nyata untuk melestarikan lingkungan, sekaligus upaya menjaga keindahan Danau Toba sebagai salah satu kebanggaan masyarakat Sumatera Utara. Program ini sangat membantu kami, khususnya masyarakat Kecamatan Harian. Mulai dari mendukung pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon hingga menjadi sarana pendukung dalam menjaga kebersihan dan keindahan Danau Toba,” ujar Hartopo.

Sebagaimana dijelaskan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Pjs. Area Manager Comm., Rel & CSR Sumbagut, Silvani Maiyestuhariani pada saat simbolis penyerahan bantuan, di Danau Toba banyak sekali eceng gondok.

BACA JUGA:  Halo+ Flexy, Paket Pascabayar Fleksibel untuk Gen Z dari Telkomsel

Melalui bantuan kapal yang diberikan, diharapkan dapat membantu kegiatan pembersihan perairan dari eceng gondok secara rutin dan berkelanjutan, untuk kemudian diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman disekitar Bukit Sibea-Bea.

Bacaan Lainnya

“Pupuk ini kemudian juga digunakan untuk bibit pohon pinus yang diberikan Pertamina kepada Yayasan untuk ditanam disekitar area Bukit Sibea-Bea, demi menjaga kelestarian alam dan penghijauan di sekitar Danau Toba,” ujar Silvani.

BACA JUGA:  Pendaftar 'Membludak', 700-an Pesepeda Ramaikan Gowes Bulan Bahasa

Senada dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Kepala Pengawas Yayasan Jadilah Terang Danau Toba, Armend Situmorang menyampaikan komitmen yayasan bersama pemerintah dalam rangka upaya menjaga kelestarian Danau Toba, termasuk di dalamnya Bukit Sibea-Bea.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keberlanjutan pelaksanaan program pelestarian lingkungan, terutama bantuan kapal yang diberikan untuk pembersihan perairan Danau Toba dari eceng gondok. Melalui kapal yang diberikan, kami dapat membersihkan 2 hingga 5 ton eceng gondok untuk kemudian diolah menjadi pupuk bagi tanaman di sekitar kawasan Bukit Sibea-Bea. Tidak memakan waktu lama, dalam kurun waktu 1 bulan, eceng gondong sudah berubah menjadi pupuk dan siap digunakan. Hal ini kemudian juga membantu mengurangi biaya operasional,” terang Armend.

BACA JUGA:  Ekonomi Kepri Bangkit Bersama Rudi-Rafiq. 'Tanjungpinang Kian Bedelau Setara Melaka'

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *