IDNNEWS.CO.ID, Gunungsitoli – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan keandalan suplai energi di Pulau Nias yang merupakan salah satu wilayah kepulauan strategis di Sumatera Utara.
Untuk menjaga kelancaran distribusi BBM di wilayah kepulauan dan daerah terluar, Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi bersama Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dan Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto meninjau langsung operasional Fuel Terminal (FT) Gunungsitoli pada Kamis (15/1/2026).
“Kami pastikan distribusi BBM lancar dan stok BBM (Pertalite dan Biosolar) aman di FT Gunungsitoli. Ketahanan stok Pertalite mencapai 14 hari dan Biosolar 8 hari, stok BBM ini belum termasuk stok BBM dari kapal tanker,” ujar Sunardi dalam keterangan resminya.
Per 15 Januari 2026, stok Pertalite di FT Gunungsitoli tercatat sebanyak 1.950 KL dan Biosolar 1.947 KL. Pada 19 Januari mendatang, direncanakan penambahan pasokan sebesar 1.000 KL Pertalite dan 1.800 KL Biosolar untuk memperkuat ketahanan suplai di Kepulauan Nias.
FT Gunungsitoli merupakan objek vital nasional dan satu-satunya fasilitas penerimaan BBM di Kepulauan Nias. Terminal ini didukung aset utama berupa tangki timbun, jetty, pompa, serta sistem distribusi BBM terintegrasi.
Seluruh sarana dan prasarana operasional telah dilengkapi sistem keselamatan, pengamanan, dan pengendalian mutu sesuai standar Health, Safety, Security and Environment (HSSE). BBM diterima melalui jalur laut, kemudian disimpan di tangki timbun dan disalurkan secara terukur melalui mobil tangki ke SPBU.










