Perampingan Pertamina Berlanjut, 31 Entitas Sudah Dirampingkan hingga Semester I/2026

6. Subholding Integrated Marine Logistics

Untuk mendukung rantai pasok dan transportasi laut, Pertamina juga memiliki bisnis logistik maritim yang dijalankan melalui kelompok Integrated Marine Logistics.

Salah satu entitas utamanya adalah PT Pertamina International Shipping (PIS) yang bergerak dalam bisnis pelayaran dan logistik maritim.

Ada Pula Afiliasi di Luar Bisnis Inti Energi

Di luar kelompok bisnis utama tersebut, Pertamina Group juga memiliki sejumlah perusahaan yang menjalankan fungsi pendukung maupun bisnis lainnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  ASPPI DPD Kepri Dorong Lingga Menjadi Destinasi Wisata Unggulan Kepulauan Riau

Beberapa nama yang selama ini tercatat dalam ekosistem Pertamina Group antara lain:

  • PT Patra Jasa, yang bergerak di bidang properti, perhotelan, dan jasa pendukung;
  • PT Pelita Air Service, yang bergerak di bidang penerbangan;
  • PT Pertamina Training & Consulting, yang bergerak pada jasa konsultasi dan pengembangan sumber daya manusia;
  • PT Pertamina Dana Ventura, yang bergerak di bidang pembiayaan/investasi;
  • PT Pertamina Bina Medika, yang bergerak di bidang layanan kesehatan;
  • PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, yang bergerak di bidang asuransi.

Nama-nama tersebut tidak tepat jika seluruhnya disebut sebagai bagian dari satu subholding tertentu, karena fungsi dan struktur kepemilikannya berbeda. Pertamina sendiri memiliki ekosistem perusahaan yang terdiri dari holding, subholding, anak perusahaan, dan entitas afiliasi.

BACA JUGA:  Bidik Pasar Lifestyle, Maxone Batam Hadirkan 1.1 Degree Resto & Bar

Pengamat Minta Pertamina Fokus Bisnis Energi

Ekonom Energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti mengatakan penataan struktur Pertamina perlu diarahkan untuk memperkuat bisnis utama perusahaan.

“Jika melihat kondisi saat ini, lebih baik Pertamina harus fokus ke core [inti] bisnisnya,” kata Yayan.

Menurut dia, Pertamina perlu memperkuat rantai pasok energi dari hulu hingga hilir. Pengembangan riset dan pengembangan (research and development/R&D) energi, baik fosil maupun energi terbarukan, juga perlu menjadi perhatian.

Sementara itu, Pengamat BUMN sekaligus Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan menilai penyederhanaan struktur dapat membuat investasi dan sumber daya Pertamina lebih fokus pada ketahanan energi.

BACA JUGA:  Baznas Batam, Pertamina, dan Hiswana Migas Kepri Galang Solidaritas untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

Menurut Herry, ketahanan energi mencakup aspek ketersediaan, keterjangkauan, keamanan, dan keberlanjutan.

Dia menilai bisnis yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan ketahanan energi perlu dievaluasi. Opsi yang tersedia dapat berupa konsolidasi, divestasi, maupun pengalihan kepada entitas lain apabila memang tidak lagi strategis bagi Pertamina.

Efisiensi Tidak Cukup Hanya Pangkas Entitas

Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan keberhasilan restrukturisasi Pertamina tidak boleh hanya diukur dari berkurangnya jumlah anak perusahaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *