Penjualan Avtur Pertamina Patra Niaga AFT Hang Nadim ‘Moncer’, Rute Baru dan Penerbangan Haji Dorong Kinerja di 2026

Aviation Fuel Terminal Manager Hang Nadim Group, Sigit Gentur Sutopo
Aviation Fuel Terminal Manager Hang Nadim Group, Sigit Gentur Sutopo

IDNNEWS.CO.ID. BATAM — Aktivitas penerbangan di Kepulauan Riau terus menunjukkan pemulihan setelah sempat terpukul pandemi Covid-19. Kondisi tersebut turut mendorong peningkatan penyaluran bahan bakar pesawat atau avtur di Aviation Fuel Terminal (AFT) Hang Nadim, Batam.

PT Pertamina Patra Niaga AFT Hang Nadim Group mencatat rata-rata penjualan avtur di Bandara Hang Nadim mencapai sekitar 214 ton per hari, dengan frekuensi pengisian bahan bakar untuk rata-rata 42 pesawat per hari.

Aviation Fuel Terminal Manager Hang Nadim Group, Sigit Gentur Sutopo saat ditemui KE Group pada Senin (14/9/2026) malam mengatakan, AFT Hang Nadim Group saat ini memiliki wilayah operasional di tiga lokasi, yakni AFT Hang Nadim di Batam, AFT Ranai di Natuna, dan AFT Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Dorong Peningkatan Ekonomi di Daerah 3T, Pertamina Patra Niaga Resmikan Tujuh Titik BBM Satu Harga

“Di Hang Nadim sendiri kami menangani dan menyuplai avtur ke pesawat. Rata-rata penjualan kami per hari sekitar 214 ton dengan frekuensi pesawat 42 rata-rata per hari,” kata Sigit.

Di Natuna, AFT Ranai melayani kebutuhan avtur yang sebagian besar berasal dari penerbangan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan. Pelanggannya antara lain tiga matra TNI dan Kepolisian, serta penerbangan lainnya.

Volume penjualan di AFT Ranai rata-rata mencapai sekitar 4 ton per hari, dengan rata-rata dua pesawat melakukan pengisian.

Sementara itu, AFT Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang dikelola melalui kerja sama operasi dengan PT Patra Logistik. Aktivitas penerbangan sipil membuat penjualan avtur di lokasi tersebut relatif tinggi, dengan rata-rata sekitar 15 kiloliter per hari untuk melayani sekitar tujuh pesawat.

BACA JUGA:  Pertamina Minta Pemerintah Tetapkan Satu Harga FAME untuk Biodiesel B50

Sigit menjelaskan, rantai pasok avtur untuk wilayah Batam berasal dari dua kilang, yakni Kilang Dumai dan Kilang Cilacap. Produk tersebut kemudian diangkut menggunakan kapal dan dibongkar di Integrated Terminal (IT) Kabil, Batam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *