“Kawasan ini kita harapkan menjadi green hub, kawasan baru yang bisa ditawarkan untuk kerja sama dengan Kawasan Industri Terpadu Indonesia Batam. KEK Tanjung Sau juga diharapkan menjadi destinasi dan penyeimbang dari Johor Bahru serta menjadi alternatif baru bagi Singapura, terutama dalam sektor manufaktur dan kegiatan ekonomi lainnya,” Jelas Chairman Panbil Group, Johanes Kennedy.
Sementara itu, Deputi Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis menegaskan bahwa KEK Tanjung Sauh memiliki posisi strategis di jalur perdagangan internasional. Oleh Karena itu, KEK Tanjung Sauh juga dipersiapkan sebagai pusat aktivitas ekonomi lintas sektor yang mampu menarik investasi dari berbagai bidang — mulai dari industri ramah lingkungan, logistik modern, hingga jasa energi dan keuangan.
Dengan dukungan infrastruktur yang terus ditingkatkan dan kebijakan fiskal yang kompetitif, kawasan ini diharapkan mampu menjadi daya tarik baru bagi investor domestik maupun asing.
Pemerintah pusat, khususnya Presiden RI Prabowo Subianto disebut memiliki perhatian khusus terhadap pengembangan kawasan ekonomi di Batam. Presiden bahkan telah memberikan arahan agar setiap proyek strategis nasional di kawasan tersebut dimonitor secara intensif dan dilaporkan langsung perkembangannya.
“Presiden menugaskan kami untuk memantau dan melaporkan setiap perkembangan pengembangan kawasan ekonomi khusus di Batam. Ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah agar pembangunan kawasan strategis ini berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.










