Menurutnya, Ramadan menjadi salah satu periode penting bagi industri perhotelan untuk mendongkrak pendapatan non-room revenue, khususnya dari sektor food and beverage (F&B). Paket iftar diharapkan mampu meningkatkan traffic pengunjung ke 11° Dining & Lounge sekaligus berdampak pada kenaikan okupansi kamar.
“Kami optimistis minat masyarakat untuk berbuka puasa bersama tahun ini cukup tinggi. Selain keluarga, kami juga membidik segmen korporasi dan komunitas yang rutin mengadakan gathering Ramadan,” tambahnya.
Menu yang disajikan mencakup hidangan utama khas nusantara, aneka takjil, live cooking station, serta pilihan minuman yang variatif. Strategi ini dinilai penting untuk memperkuat positioning hotel sebagai salah satu destinasi iftar pilihan di Batam.
Secara ekonomi, program paket buka puasa turut menggerakkan rantai pasok lokal, mulai dari penyedia bahan baku hingga tenaga kerja tambahan selama periode Ramadan. Dengan harga kompetitif Rp166.000 per pax, manajemen berharap tingkat kunjungan stabil hingga akhir Ramadan dan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja hotel pada kuartal pertama tahun ini.(Iman Suryanto)









