Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan dampak signifikan terhadap prospek dan kinerja perekonomian nasional.
OJK mencatat, hingga saat ini sejumlah indikator utama sektor jasa keuangan, khususnya perbankan, masih menunjukkan kinerja dan ketahanan yang terjaga. Pertumbuhan kredit tetap positif, sementara kondisi permodalan dan likuiditas perbankan masih memadai.
Namun, keberlanjutan kinerja tersebut tetap membutuhkan dukungan ekosistem ekonomi yang sehat, stabil, dan kondusif.
Dengan fundamental ekonomi yang masih kuat, industri perbankan diharapkan mampu mempertahankan pertumbuhan secara sehat dan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan menghadapi berbagai tekanan ekonomi global.
Momentum pertumbuhan ekonomi nasional juga perlu dijaga melalui kebijakan yang mendorong stabilitas, produktivitas, dan peningkatan daya saing. Dengan demikian, fungsi intermediasi perbankan dapat terus berjalan optimal dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional. (***)











