Di tengah pertumbuhan tersebut, stabilitas sistem keuangan dinilai tetap terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang masih berada pada level rendah, yakni sekitar 2,39 persen.
“Walaupun kredit tumbuh tinggi, kualitas kredit tetap terjaga. NPL yang berada di kisaran 2,39 persen menunjukkan bahwa risiko perbankan masih terkendali dan stabilitas sistem keuangan di Kepulauan Riau semakin kuat,” jelasnya.
Ke depan, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya akan terus memperkuat koordinasi kebijakan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, serta memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.
“Dengan sinergi yang terus diperkuat, kami optimistis perekonomian Kepulauan Riau akan tetap tumbuh berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” tutup Ardhienus. (Iman Suryanto )









