Optimisme Ekonomi Kepri 2025, BI : Kredit Melonjak, Inflasi Terkendali

“Walaupun inflasi sudah mendekati angka 4,5 persen, kita masih mampu menjaganya dalam kisaran sasaran, yakni sekitar 2,5 persen. Ini menunjukkan koordinasi kebijakan berjalan dengan baik,” jelasnya.

Menurut Ardhienus, keberhasilan menjaga inflasi tidak terlepas dari implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi yang dijalankan secara berkelanjutan di daerah, termasuk di Kepulauan Riau. Strategi pengendalian inflasi tersebut dilaksanakan melalui pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, serta komunikasi yang efektif.

“Upaya ini diperkuat dengan sinergi yang solid bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), sehingga respons terhadap dinamika harga di lapangan bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” katanya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Paparkan Komitmen Majukan Investasi di Batam

Selain inflasi, Ardhienus juga menyoroti kinerja sektor keuangan di Kepulauan Riau yang tetap menunjukkan tren positif. Pertumbuhan kredit perbankan di Kepri tercatat masih cukup tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional, mencerminkan aktivitas ekonomi yang terus bergerak dan kepercayaan pelaku usaha yang terjaga.

Data Bank Indonesia mencatat, pertumbuhan kredit di Kepulauan Riau mencapai 25,92 persen, sementara pertumbuhan aset perbankan berada di angka 12,92 persen, dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 13,22 persen.

“Kami mengapresiasi peran perbankan dan seluruh pelaku industri jasa keuangan yang terus mendukung pembiayaan ekonomi daerah. Pertumbuhan kredit yang tinggi ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Kepulauan Riau,” ujar Ardhienus.

BACA JUGA:  QRIS Lintas Negara & LCT Naik Drastis! Kerja Sama RI–Tiongkok Makin Ngebut!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *