OPINI : Pesta ‘Gila’ Seabad, Piala Dunia 2030 digelar di Tiga Benua, Enam Negara dan Indonesia Mengintip Peluang Emas

Pengamat Pariwisata Kepri sekaligus mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar
Pengamat Pariwisata Kepri sekaligus mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar

Oleh: Buralimar, Pengamat serta Aktivis Pariwisata serta Football Lover

Bayangkan satu turnamen yang kick off nya di Buenos Aires, sorenya ada di Casablanca, malamnya sudah di Madrid.

Itulah yang resmi akan terjadi di 2030. FIFA mengumumkan Piala Dunia edisi 100 tahun akan digelar di enam negara dari tiga benua sekaligus, pertama kalinya dalam sejarah turnamen ini.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Akademisi Soroti Perka Tarif BP Batam, Minta Kajian Mendalam Demi Daya Saing Ekonomi

Pengumuman tuan rumah ini disampaikan langsung dalam Kongres Luar Biasa yang digelar virtual dan dihadiri 211 anggota asosiasi pada 11 Desember 2024, mengakhiri proses bidding yang dimulai Oktober 2023.

Skemanya sengaja dibuat tidak seimbang. Maroko, Portugal, dan Spanyol ditunjuk sebagai tuan rumah utama Piala Dunia 2030. Sementara Argentina, Uruguay, dan Paraguay hanya akan menggelar tiga pertandingan pembuka sebagai bagian dari perayaan 100 tahun Piala Dunia.

Masing masing negara Amerika Selatan itu hanya dapat satu laga di fase grup pertama, setelah itu seluruh sirkus pindah total ke koridor Afrika dan Eropa.

BACA JUGA:  OJK Resmi Ubah Kebijakan SLIK, Pembiayaan Perumahan Dipacu

Kenapa harus repot repot seperti itu. Jawabannya nostalgia. Piala Dunia pertama kali digelar 1930 di Uruguay dan finalnya Uruguay menang 4-2 atas Argentina.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *