OPINI: Batam, Kota Penuh Penghargaan, Namun Kebutuhan Publik Masih Terpinggirkan

Muhammad Sayuti
Muhammad Sayuti

5. Rekomendasi Ilmiah

a. Reorientasi Kebijakan Publik

Pengukuran kinerja Pemko dan BP Batam harus memasukkan indikator kualitas hidup masyarakat, bukan hanya output administratif.

Bacaan Lainnya

b. Harmonisasi Kewenangan Pemko–BP Batam

Skema single authority atau reformasi eks officio perlu dipertimbangkan agar arah pembangunan selaras dengan kebutuhan warga.

c. Transparansi dan Partisipasi Publik

Pengambilan kebijakan harus terbuka dan melibatkan masyarakat sehingga penghargaan bukan sekadar simbol, tapi representasi kualitas pelayanan.

Penutup

Batam dapat terus mengoleksi penghargaan, namun nilai sejatinya bukan terletak pada trofi atau sertifikat, melainkan sejauh mana kota ini menjadi tempat yang layak hidup bagi masyarakatnya.

Jika penghargaan terus dirayakan tetapi rakyat tidak merasakan perubahan, maka sesungguhnya yang dirayakan hanyalah keindahan administrasi, bukan keberhasilan pembangunan.(***)

Pos terkait