OPINI : 5 Pilar Penyelenggaraan Pelabuhan Batam Menuju Pelabuhan BertarafInternasional dan Permasalahannya

Ketua FMPBM, Osman Hasyim

Oleh: Osman Hasyim
Pemerhati Kebijakan Publik Ketua Aliansi Maritim Indonesia (ALMI) & Ketua Forum Masyarakat Peduli Batam Maju (FMPBM)

Upaya menjadikan Batam sebagai pelabuhan bertaraf internasional dinilai memerlukan pembenahan besar pada aspek legalitas, tata kelola, hingga digitalisasi layanan.

Hal tersebut mengemuka dalam sebuah makalah opini yang mengulas konsep 5 Pilar Penyelenggaraan Pelabuhan sebagai fondasi menuju pelabuhan modern dan kompetitif yang ditulis oleh Osman Hasyim.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  BP Batam Fokus Genjot Nilai Investasi Tahun 2025

OPINI Makalah tersebut menegaskan bahwa kepastian hukum menjadi fondasi utama sebelum berbicara tentang investasi, keamanan, hingga pelayanan.

Penetapan Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) oleh pemerintah pusat disebut sebagai syarat mutlak agar operasional pelabuhan memiliki yurisdiksi yang sah dan mampu memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

Tanpa legalitas tersebut, pungutan jasa kepelabuhanan berisiko dianggap tidak memiliki dasar hukum dan dapat menimbulkan persoalan administrasi maupun hukum di kemudian hari.

Selain aspek legal, keamanan pelabuhan juga menjadi sorotan. Pelabuhan internasional wajib memenuhi standar keselamatan pelayaran, keamanan fasilitas, serta perlindungan kargo sesuai standar internasional.

BACA JUGA:  PGIW Kepri Minta Warga Jaga Persatuan dan Kesatuan. 'Jangan Dirusak Meski Berbeda Pilihan'

Tanpa pemenuhan standar tersebut, pelabuhan berpotensi dianggap berisiko tinggi oleh operator kapal dan perusahaan asuransi, yang pada akhirnya menurunkan daya saing Batam dibanding pelabuhan regional seperti Singapura dan Johor.

Penasaran dengan OPINI yang disajikan Osman Hasyim? Kilik tautannya dibawah ini. 

Batam bukan sekadar titik koordinat di peta Indonesia, ia adalah wajah maritim kita yang berhadapan langsung jalur pelayaran tersibuk dunia, Selat Malaka.

Menjadikan Batam sebagai pelabuhan bertaraf internasional bukan lagi sekadar ambisi, melainkan keharusan ekonomi.

Namun, untuk berdiri sejajar dengan raksasa pelabuhan dunia, kita harus berani membedah diri: sudahkah kita memenuhi standar global yang menuntut profesionalisme, akuntabilitas, dan kepastian hukum?

BACA JUGA:  OPINI: Kekuasaan Simbolik dan Erosi Kewenangan Pemimpin Daerah dalam Sistem Pemerintahan Modern

Sebagai pintu gerbang maritim Indonesia, memiliki potensi ekonomi yang luar biasa besar melalui sektor kepelabuhanannya. Namun, untuk mewujudkan potensi tersebut menjadi kesejahteraan nyata, ada beberapa syarat mutlak yang tidak boleh ditawar yaitu:


5 Pilar Utama Pelabuhan Batam bertransformasi menjadi pelabuhan bertaraf Internasional;
• PILAR I : Kepastian Hukum.
• PILAR II : Keamanan.
• PILAR III : Kenyamanan.
• PILAR IV : Harga Bersaing.
• PILAR V : Pelayanan Prima.

Penasaran dengan OPINI yang disajikan Osman Hasyim? Kilik tautannya dibawah ini. 
===> OPINI : 5 Pilar Penyelenggaraan Pelabuhan Batam <====

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *