OJK bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna tengah menjajaki pemanfaatan perpustakaan desa sebagai Agen Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif.
Pemanfaatan perpustakaan desa sebagai Agen Laku Pandai diharapkan dapat mendekatkan layanan keuangan dasar kepada masyarakat perdesaan, antara lain untuk menabung, melakukan penarikan uang, dan membayar tagihan, sehingga masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh layanan keuangan dasar.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan literasi masyarakat, OJK turut menyerahkan 17 buku edukasi keuangan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna.
OJK juga mengajak masyarakat Natuna memanfaatkan pembelajaran mandiri secara gratis melalui Learning Management System (LMS) Keuangan OJK yang dapat diakses melalui lmsku.ojk.go.id.
Platform tersebut menyediakan berbagai modul pembelajaran keuangan interaktif yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan keuangan.
Kolaborasi OJK bersama Pemerintah Kabupaten Natuna, Lembaga Jasa Keuangan, Dinas Perikanan, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan yang semakin inklusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui penguatan ekosistem closed-loop dan perluasan business matching di sektor perikanan serta peningkatan literasi dan akses layanan keuangan melalui perpustakaan desa, OJK terus mendorong agar manfaat sektor jasa keuangan semakin dirasakan oleh masyarakat Natuna.











