IDNNEWS.CO.ID, Tanjungpinang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat literasi ekonomi dan keuangan syariah sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman aktivitas keuangan ilegal melalui sinergi dengan akademisi dan para pemangku kepentingan di daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya dalam kuliah umum bertajuk Akselerasi Literasi Ekonomi Syariah: Menjaga Keberkahan Harta dari Ancaman Keuangan Ilegal dan Penguatan Ekosistem Ilmiah di Kepulauan Riau yang merupakan hasil kolaborasi Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (PW MES) Kepulauan Riau dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), di Tanjungpinang, Senin (6/4/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor UMRAH Agung Dhamar Syakti, Guru Besar UIN Sumatera Utara Muhammad Habibie Siregar, Dekan FEB Maritim UMRAH Myrna Sofia, perwakilan PT Bank Syariah Indonesia Area Batam Helga, serta Sekretaris Pengurus Wilayah MES Kepulauan Riau Dwi Vita Lestari Soehardi.
Dalam sambutannya, Sinar menyampaikan bahwa kinerja perbankan syariah di Kepulauan Riau menunjukkan pertumbuhan yang baik dan melampaui rata-rata nasional.
Hingga posisi terkini, pembiayaan bank umum syariah di Kepulauan Riau tumbuh sebesar 12,13 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 9,66 persen.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh sebesar 15,19 persen, di atas capaian nasional sebesar 10,19 persen.
Selain mencatat pertumbuhan yang positif, kualitas pembiayaan syariah di Kepulauan Riau juga tetap terjaga. Rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) tercatat sebesar 1,35 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 2,16 persen.
