IDNNEWS.CO.ID, TANJUNG PINANG – Suasana hangat menyelimuti Ballroom Hotel CK Tanjungpinang, Jumat (3/7/2026) malam. Senyum para qari, qariah, hafiz, hafizah, dewan hakim, hingga para pendamping dari tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau saling berbaur dalam Malam Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026.
Malam itu bukan sekadar seremoni pembuka. Di balik sapaan hangat dan jabat tangan antarkafilah, tersimpan harapan agar ajang MTQ menjadi ruang memperkuat persaudaraan sekaligus memperkokoh kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum LPTQ Provinsi Kepulauan Riau, mengingatkan bahwa makna MTQ jauh melampaui perebutan gelar juara. Baginya, keberhasilan sesungguhnya adalah ketika nilai-nilai Al-Qur’an hidup dalam keseharian masyarakat.
“LPTQ bukan sekadar lembaga yang dibentuk untuk memenangkan piala di setiap gelaran MTQ. Lebih dari itu, LPTQ memikul tanggung jawab moral untuk menggerakkan syiar Al-Qur’an secara berkelanjutan di Negeri Segantang Lada,” tegasnya.
Pesan itu menjadi penegasan bahwa pembinaan Al-Qur’an harus dilakukan tanpa mengenal musim perlombaan. LPTQ diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang fasih membaca, kuat menghafal, memahami kandungan Al-Qur’an, hingga mengembangkan cabang-cabang seni Islam seperti seni khat.
Menurut Nyanyang, MTQ XII menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan qari, qariah, hafiz, hafizah, dan seluruh peserta pada berbagai cabang musabaqah di setiap kabupaten dan kota.
Namun, di tengah semangat berkompetisi, ia mengingatkan bahwa ukhuwah harus tetap menjadi fondasi utama.
