“Di atas panggung musabaqah kita boleh bersaing memberikan yang terbaik, tetapi di luar arena kita tetap satu keluarga besar Provinsi Kepulauan Riau,” ujarnya disambut tepuk tangan para hadirin.
Pesan itu menjadi ruh dari Malam Ta’aruf. Sebelum memasuki arena perlombaan, seluruh peserta diajak saling mengenal, membangun persahabatan, dan mempererat kebersamaan sebagai sesama putra-putri daerah yang membawa nama baik Kepulauan Riau.
Nyanyang juga berpesan agar setiap peserta berlomba dengan penuh keikhlasan, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan MTQ sebagai ladang ibadah. Sebab, kemenangan yang paling bermakna bukan hanya berdiri di podium juara, melainkan mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap langkah kehidupan.
Ia pun mengajak seluruh LPTQ kabupaten dan kota memperkuat sinergi pembinaan secara berkesinambungan agar prestasi Kepulauan Riau di ajang MTQ tingkat nasional semakin meningkat, seiring tumbuhnya masyarakat yang semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Gurindam sebagai tuan rumah MTQ XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026.
Ia menyebut Malam Ta’aruf sebagai ruang mempererat silaturahmi sebelum kompetisi dimulai. Menurutnya, MTQ bukan hanya ajang mencari prestasi, tetapi juga media memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan semangat mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
