Laut, Nelayan, dan Pembangunan, Kisah Iman Sutiawan yang Tak Pernah Jauh dari Akar

IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Angin laut berembus pelan di pesisir Pulau Kasu. Riak air memantulkan cahaya sore, sementara suara mesin pompong bersahutan dengan tawa anak-anak yang berlari di tepi dermaga. Di tempat sederhana inilah Iman Sutiawan tumbuh, belajar tentang arti kerja keras, harapan, dan ketangguhan masyarakat pulau.

Bagi Iman, laut bukan sekadar bentang alam. Laut adalah ruang belajar. Tempat ia memahami bagaimana cuaca menentukan isi dapur keluarga nelayan, bagaimana ombak bisa menjadi sahabat sekaligus ancaman, dan bagaimana kehidupan masyarakat pesisir kerap berjalan jauh dari gemerlap kota.

Pengalaman masa kecil itu perlahan menjelma menjadi kepedulian yang terus ia bawa hingga kini, saat dipercaya memimpin DPRD Provinsi Kepulauan Riau.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Cari Bibit Atlet Berbakat, Ketua DPD Iman Sutiawan Buka Turnamen Sepak Bola Gerindra Cup I

Setiap berbicara tentang nelayan, nada suaranya selalu berubah—lebih dekat, lebih personal. Mungkin karena ia tahu, kisah mereka adalah bagian dari hidupnya sendiri.

Dalam berbagai perjalanan kerja, Iman tak sekadar datang untuk seremoni. Ia memilih berjalan menyusuri kampung, duduk bersama warga, dan mendengar cerita langsung dari nelayan.

Di Desa Baru Limau, Kecamatan Ungar, Kabupaten Karimun, ia melihat kampung nelayan dengan semangat besar untuk maju. Rumah-rumah sederhana berdiri menghadap laut, menyimpan harapan agar kampung mereka semakin tertata, indah, dan produktif.

Dari pertemuan sederhana di tepi pantai itulah gagasan-gagasan pembangunan lahir. Penataan kawasan pesisir, penguatan ekonomi nelayan, hingga pembangunan fasilitas pendukung menjadi pembahasan yang mengalir alami.

BACA JUGA:  Menteri LHK Tegaskan Larangan Impor Limbah Berbahaya, Hanif: Kasus PT Esun di Batam dalam Penyelidikan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *