IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Momentum peringatan Hari Air Sedunia seti Bulan Maret kembali menjadi pengingat penting bagi pemerintah dan pelaku pembangunan tentang urgensi pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Tahun 2026, peringatan ini menyoroti tema kesetaraan akses air bagi semua, termasuk peran gender dalam pengelolaan air, yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan di BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa ketersediaan air bersih tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi investasi, industri, dan pariwisata di Batam.
“Hari Air Sedunia menjadi pengingat bahwa air adalah kebutuhan mendasar sekaligus faktor strategis bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Tanpa ketersediaan air yang berkelanjutan, sulit bagi kawasan industri dan pariwisata untuk berkembang optimal,” ujar Ariastuty saat dihubungi IDNNews.co.id, pada Kamis (26/3/2026) pagi.
Sebagaimana diketahui, Hari Air Sedunia diperingati sejak 1993 untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya air bersih. Tema 2026 yang menyoroti Water and Gender dengan slogan Where Water Flows, Equality Grows menekankan bahwa akses air yang merata akan mendorong produktivitas ekonomi, terutama bagi perempuan dan kelompok rentan.
Dalam konteks Indonesia, tantangan akses air minum aman masih cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa meski akses air layak telah meningkat, ketersediaan air minum yang benar-benar aman sesuai standar kualitas masih belum merata secara nasional.








