Menyulam Asa dari Negeri Bunda Tanah Melayu, Pariwisata Lingga Berbenah di Tengah Keterbatasan

Selain itu, banyak destinasi unggulan masih kekurangan fasilitas dasar seperti toilet, gazebo, dan sarana kebersihan.

Dari sisi kelembagaan, sebagian kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dinilai belum aktif akibat minimnya pembinaan berkelanjutan dan keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Kondisi ini berdampak pada kualitas layanan wisata yang belum merata.

Kendala lain juga terlihat pada aspek konektivitas, di mana akses menuju Lingga masih terbatas dibandingkan daerah lain di Kepulauan Riau seperti Batam dan Bintan. Hal ini memengaruhi daya saing destinasi dalam menarik wisatawan, khususnya dari luar daerah dan mancanegara.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Bank Indonesia Maksimalkan Digitalisasi Pembayaran di Kepri

Berbagai hambatan tersebut turut berdampak pada pelaku UMKM di sekitar destinasi yang belum mampu mengoptimalkan peluang ekonomi dari sektor pariwisata.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah daerah menyiapkan strategi melalui penguatan SDM, promosi digital terpusat, serta perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha, terutama yang masih berada di sektor informal.

Dengan potensi alam yang besar serta arah transformasi digital yang mulai berjalan, Lingga dinilai memiliki peluang untuk berkembang sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Namun, keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor dan konsistensi implementasi kebijakan di lapangan. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *