Mantan Ketua PWI Kepri Socrates Mundur, Gelombang Pengunduran Diri Kian Meluas

Ketua KJK, Ady Indra Pawennari, menegaskan bahwa keputusan mundur dari PWI bukan langkah emosional, melainkan hasil pertimbangan matang akibat semakin sempitnya ruang untuk berkarya.

“Kami sudah tidak memungkinkan lagi untuk berkreasi. Kami benar-benar dibungkam untuk membuat kegiatan positif bagi rekan-rekan seprofesi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, KJK sebelumnya telah menyiapkan program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) gratis, termasuk pembiayaan dan fasilitas pelaksanaan. Namun, upaya tersebut tidak mendapat ruang setelah muncul tuntutan pembubaran komunitas.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Jumat Pagi, Aneng dan Raja Bayu Cek Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional

Senada, Wakil Ketua KJK, Novianto, menilai hasil rekonsiliasi tidak sejalan dengan semangat penyelesaian dualisme organisasi yang sebelumnya disampaikan PWI Pusat.

Menurutnya, tidak pernah ada penolakan terhadap kepemimpinan Ketua PWI Kepri, Saibansah Darnadi. Persoalan yang terjadi hanya berkaitan dengan keinginan wartawan untuk tetap berkegiatan melalui KJK.

“Di Kepri tidak ada anggota yang tidak mengakui kepemimpinan. Kami hanya ingin tetap berkarya melalui KJK yang tidak berbadan hukum dan sesuai AD/ART,” ujarnya.

Wakil Ketua KJK lainnya, Richard Nainggolan, menambahkan bahwa keputusan keluar dari PWI diharapkan memberi keleluasaan bagi komunitas untuk menjalankan program peningkatan kompetensi dan kegiatan sosial.

BACA JUGA:  Anak Ceria Daycare Batam Binaan PGN Ukir Prestasi Nasional. 'Cetak Generasi Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini'

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *