Beragam pose tercipta. Ada yang formal, ada pula yang penuh canda. Semuanya berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kegembiraan.
Pulau Penyengat hari itu bukan sekadar menjadi destinasi wisata sejarah. Ia menjelma menjadi panggung kenangan, tempat sebuah keluarga merayakan cinta, sekaligus tempat para insan pers dari berbagai penjuru Nusantara mengenal lebih dekat kekayaan adat dan budaya Melayu Kepulauan Riau.
Di balik senyum pengantin Melayu itu, tersimpan pula pesan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu yang dipajang di museum atau dikenang dalam buku sejarah. Kebudayaan adalah kehidupan yang terus dirawat, diperkenalkan, dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Bagi Mahmud Marhaba, pengalaman tersebut tentu menjadi salah satu kenangan paling berkesan selama mengikuti rangkaian kegiatan Rakernas III PJS di Batam, Kepulauan Riau.
Setelah prosesi adat dan sesi foto bersama berakhir, Mahmud tak lupa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau serta Badan Pengusahaan (BP) Batam yang telah memberikan dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan Rakernas III PJS.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Rakernas III PJS di Batam berjalan sukses berkat dukungan Gubernur Kepri dan Kepala BP Batam. Terima kasih untuk keduanya. Terima kasih juga secara khusus kepada Sekda Kepri, Ibu Misni, yang terus mengawal rangkaian kegiatan Rakernas di Batam hingga ke Pulau Penyengat,” kata Mahmud.
Baginya, dukungan tersebut bukan sekadar bentuk fasilitasi terhadap sebuah agenda organisasi. Lebih dari itu, merupakan wujud persahabatan, penghormatan, dan keterbukaan Pemerintah Daerah serta BP Batam dalam menyambut insan pers dari berbagai penjuru Indonesia.













