OPINI : Tiada Batas Administrasi Batam Dan BIntan Bagi Dunia Pariwisata

Oleh : Buralimar, Pemerhati Pariwisata

Kepri itu luas. Dari 2.408 pulau yang tersebar  di wilayah ini, hanya dua yang paling sering disebut wisatawan asing: Batam dan Bintan. Bukan karena pulau lain tidak indah, tapi karena dua pulau ini sudah lebih dulu jadi pintu.

Batam tumbuh cepat sejak era industri, di tangan BJ Habibie yang mendorongnya jadi kota industri, perdagangan, sekaligus pariwisata.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  OPINI : Dari Job Hugging ke Job Loving: Ini Cara Biar Karier Tetap 'Moncer'

Bintan menyusul belakangan, tapi lajunya kencang. Lagoi Bay dengan resort-resort tepi pasir putih, Pantai Trikora yang panjang dan tenang, Pulau Nikoi yang privat, sampai ekowisata di hutan bakau, semua berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Batam sebagai “Singapura rasa Indonesia”, dan “ Bintan rasa Bali “ insya Allah kita doakan, adalah anugerah bagi Kepri dan Indonesia.

Batam ke Singapura naik ferry hanya 45 menit hingga 1 jam, bahkan rute tercepat 45 sampai 60 menit sudah jadi jadwal harian. Ke Johor, Malaysia, waktunya 90 menit hingga 2 jam, dan dari Berjaya Waterfront memang disebut “Only 90 minutes to Batam Island”.

BACA JUGA:  Buka Peluang Investasi, BP Batam Terima Kunker China Railway Engineering Construction

Dengan jarak sedekat itu, turis Singapura yang libur weekend, pekerja ekspatriat di Johor, sampai keluarga Malaysia yang cari pantai, bisa sarapan di negaranya, makan siang seafood di Batam, sore snorkeling di Bintan.

Paket wisata yang ditawarkan oleh travel agent yang tergabung baik di ASITA, ASPPI, Astindo, IPI serta lainnya tidak pernah menjual “Batam saja” atau “Bintan saja”. Yang ditawarkan 3 hari 2 malam Batam-Bintan, atau Bintan-Batam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *